Author: admin

  • Mereka yang Berjuang untuk Pendidikan di Daerah: Membuka Akses untuk Semua

    Mereka yang Berjuang untuk Pendidikan di Daerah: Membuka Akses untuk Semua

    10 Kandidat DPD RI Awards Bidang Pendidikan (dok. Istimewa)

    Jakarta – Sepuluh kandidat DPD RI Awards 2026 kategori Inovator Pendidikan Non Formal/Pendidikan Luar Sekolah melakukan berbagai upaya untuk memperluas jangkauan pendidikan di daerah. Para kandidat menjadi penggerak pendidikan untuk anak di daerah tertinggal hingga mendirikan sekolah alam.
    Sebanyak 10 kandidat ini telah ditentukan oleh panitia seleksi DPD Awards 2026. Proses penyaringan dimulai dari seleksi administrasi terhadap seribuan kandidat yang mendaftar.

    Panitia kemudian menentukan 50 besar kandidat sebelum akhirnya menyaring kembali hingga terpilih 10 besar kandidat di masing-masing kategori. Pada kategori bidang pendidikan ini, penghargaan akan diberikan kepada individu yang memiliki dedikasi dan berkontribusi dalam pendidikan nonformal.

    “Penghargaan diberikan kepada Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah yang berdedikasi dalam mengembangkan pendidikan nonformal dan memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat,” tulis DPD RI dalam laman resminya, seperti dilihat detikcom, Rabu (7/10/2026).

    Berikut sosok kandidat Inovator Pendidikan Non Formal/Pendidikan Luar Sekolah yang diurutkan berdasarkan abjad:

    1. Afakhrul Masub Bakhtiar
    Afakhrul Masub Bakhtiar adalah kandidat asal Gresik, Jawa Timur. Afakhrul menjadi pendiri Sekolah Ndeso, di sebuah desa di Gresik, Jawa Timur, pada tahun 2017. Sekolah Ndeso menerapkan model pendidikan kontekstual yang berakar pada kearifan lokal namun berorientasi pada masa depan.

    Sekolah Ndeso bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan sebuah ekosistem pengetahuan yang menyatukan tradisi, budaya, dan praksis atau pelaksanaan suatu teori ke dalam bentuk tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.

    Kandidat DPD RI Awards Afakhrul Masub Bakhtiar Foto: dok. Istimewa
    Filosofi Sekolah Ndeso sederhana tapi mendalam: dari akar lahir harapan, dari harapan tumbuh masa depan yang bermartabat. Landasan pembelajaran Sekolah Ndeso adalah metode TAR (Tumbuhkan, Alami, Rayakan).

    Konsep belajar Sekolah Ndeso menyentuh empat dimensi utama: Laku sebagai praktik nyata budaya pangan, Ingatan yang memperkuat memori kolektif, Doa yang menanamkan nilai syukur, serta Inovasi yang menjembatani tradisi dengan kreasi generasi muda.

    2. Alvian Wardhana
    Alvian Wardhana mendirikan Literasi Anak Banua pada tahun 2018. Literasi Anak Banua berfokus pada pemberdayaan anak serta pemuda adat melalui pendidikan di wilayah terpencil Kalimantan Selatan (Kalsel).

    Pendirian Literasi Anak Banua berangkat dari persoalan buta huruf, keterbatasan akses pendidikan, ketidaksesuaian kurikulum dengan konteks masyarakat adat serta kerentanan terhadap perubahan iklim.

    Kandidat DPD RI Awards Alvian Wardhana Foto: dok. Istimewa
    Sejumlah program pun dikembangkan, di antaranya bimbingan belajar dan literasi-numerasi, pendidikan iklim, pembangunan perpustakaan mini, pemberdayaan pemuda adat, inkubator iklim Meraki, SAFE for Gender and Climate serta Pelatihan Advokasi Pembaharu Muda Kalimantan Selatan.

    Program-program itu menggabungkan pendidikan, pengembangan kapasitas, kewirausahaan, advokasi, kesetaraan gender dan pemecahan masalah lingkungan. Praktiknya melibatkan pelajar-guru, pemuda adat, komunitas lokal serta berbagai mitra seperti UNICEF, UNESCO, Plan International, hingga Rockefeller Foundation.

    3. Egi Trialogi
    Egi Trialogi merupakan seorang guru honorer dan tutor pendidikan kesetaraan asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar). Dia mendirikan sekolah anak jalanan bernama Pustaka Raharja di Majalengka.

    Lewat Pustaka Raharja, Egi mengintegrasikan pendidikan kesetaraan, pembentukan karakter dan pemberdayaan ekonomi anak jalanan. Dia menyediakan sistem pembelajaran nonformal yang fleksibel dan berlandaskan kearifan lokal guna memutus rantai kerentanan sosial-ekonomi.

    Kandidat DPD RI Awards 2026 Egi Trialogi (Foto: dok. Istimewa)
    Egi membuka dan menggerakkan usaha yang dikelola langsung oleh peserta didik dengan bimbingan operasional, pelayanan, dan keuangan. Berikut ini unit usaha yang dikelola dan dijalankan anak didik Egi Trialogi:

    – Angkringan Senja: Layanan kuliner malam yang merakyat.
    – Dapoer Senja: Olahan pangan lokal dan katering.
    – Nusantara Steam: Pelatihan jasa perawatan kendaraan.
    – Toko Sayuran Berkah Nusantara: Tata kelola ritel dan distribusi bahan pangan segar.

    4. Fatmawati Arisuddin
    Fatmawati Arisuddin menggagas program Tukar Sampah dengan Ijazah Kesetaraan sejak tahun 2019. Program ini merangkul masyarakat prasejahtera di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar), dengan mengintegrasikan pendidikan kesetaraan, pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sampah.

    Program Tukar Sampah dengan Ijazah Kesetaraan menyediakan pendidikan Paket A, B, dan C secara gratis. Fatmawati juga mengajak warga mengumpulkan sampah plastik dan botol bekas yang diolah menjadi material pengganti batu bata untuk membangun fasilitas pendidikan.

    Kandidat DPD RI Awrads Fatmawati Arisuddin Foto: dok. Istimewa
    Kemudian gerakan ini diperluas melalui Program Keaksaraan Dasar dan Keaksaraan Usaha Mandiri bagi masyarakat yang belum mampu membaca, menulis, dan berhitung. Ada juga program Tukar Sampah dengan Beasiswa Kuliah untuk membantu lulusan Paket C melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

    Program-program yang dijalankan Fatmawati Arisuddin ini menghubungkan pendidikan, pelestarian lingkungan, kemandirian masyarakat dan gotong royong dalam satu ekosistem pemberdayaan desa.

    5. Gusti Mohammad Hamdan Firmanta
    Gusti Mohammad Hamdan Firmanta merupakan pendiri Kawan Netra, lembaga pendidikan untuk pendampingan tunanetra yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur, sejak tahun 2021. Kawan Netra menjalankan program Gerakan Tunanetra Mengaji (GTM) dan Buta Digital (BD).

    Program GTM digagas berangkat dari angka buta huruf Quran Braille (QB) di kalangan tunanetra muslim Indonesia yang cukup tinggi, yakni mencapai 95%. Mereka hafal Al Quran dan mahir qiroah, tapi untuk membacanya karena tak mampu.

    Kandidat DPD RI Awards Gusti Mohammad Hamdan Firmanta Foto: dok. Istimewa
    Program ini menjadi support system pendidikan baca tulis QB yang memastikan pembelajaran berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Di dalamnya terdapat pelatihan guru QB, Kegiatan Belajar Mengaji, Festival Tunanetra Mengaji dan kerelawanan.

    Sementara program BD merupakan program bimbingan dan pelatihan literasi digital bagi tunanetra agar bisa mandiri dan mengoperasikan platform digital. Dengan program ini, para tunanetra bisa menguasai sejumlah flat form digital dan bisa menghindarkan mereka dari penipuan.

    6. Kanaya Malika Amanda
    Kanaya Malika Amanda adalah kandidat berasal dari Kabupaten Bungo, Jambi. Dia merupakan penggagas dan penggerak program Edukasi Berjalan, yakni gerakan youth changemaker yang merangkum perjalanan 8 tahun Kanaya sebagai pendidik pemuda dan anak. Gerakan ini berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam memajukan pendidikan masyarakat marjinal.

    Inisiatif ini lahir dari minimnya pembangunan serta inovasi pendidikan oleh pemerintah daerah yang jarang melibatkan pemuda. Bergerak secara independen, Kanaya menggerakkan anak muda untuk merangkul, berbagi dan menginspirasi anak-anak dari komunitas rentan demi menciptakan akses pendidikan yang setara.

    Kandidat DPD RI Awards Kanaya Malika Amanda Foto: dok. Istimewa
    Hingga kini, Kanaya telah memimpin lebih dari 253 program pendidikan langsung bagi anak dan pemuda yang mencakup isu hak asasi manusia, lingkungan (sampah dan iklim), pemberdayaan perempuan, keamanan digital, pencegahan kekerasan dengan metode pendidikan sistem thinking (pendidikan bagaimana dunia bekerja: politik, ekonomi, sosial).

    Lewat program-program youth changemakers, gerakannya telah berdampak langsung pada 28.575 orang di 11 kota dan 2 negara, serta menjangkau partisipasi daring hingga ke 10 negara di tingkat lokal hingga internasional.

    7. Sofian
    Sofian mendirikan Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL), wadah pendidikan konservasi bunga puspa langka Bengkulu atau Rafflesia, sejak tahun 2010. KPPL didirikan berawal dari keprihatinan terhadap rendahnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian Rafflesia.

    Melalui KPPL, Rafflesia dijadikan sebagai media pembelajaran dan pintu masuk pendidikan lingkungan. Edukasi dilakukan melalui kegiatan pengenalan Rafflesia, pembelajaran langsung di habitat, ekspedisi, pengamatan, dokumentasi, kampanye konservasi, edukasi ke sekolah, komunitas, serta pemanfaatan media digital.

    Kandidat DPD RI Awards Sofian Foto: dok. Istimewa
    Pendekatan ini membuat pendidikan tidak hanya berlangsung secara teoritis, tetapi memberikan pengalaman nyata kepada masyarakat untuk mengenal, memahami, mencintai, dan menjaga kekayaan alam di sekitarnya. Kegiatan ini menempatkan masyarakat sebagai subjek sekaligus pelaku pendidikan konservasi Rafflesia.

    Pengetahuan yang diperoleh diarahkan menjadi kepedulian dan aksi nyata, seperti menjaga habitat Rafflesia, menyebarkan informasi konservasi, menerapkan etika saat berada di lokasi puspa langka, serta mengajak masyarakat lain untuk turut melestarikannya.

    8. Sri Wahyaningsih
    Sri Wahyaningsih merupakan inisiator Sanggar Anak Alam (SALAM), “Laboratorium Pendidikan” untuk melayani anak-anak dari jenjang PAUD hingga SMA. SALAM diinisiasi pada tahun 1988 di Desa Lawen, Banjarnegara, sebagai respons terhadap tingginya angka putus sekolah dan pernikahan dini.

    Kemudian, SALAM mengembangkan pendekatan “sekolah hadap masalah”, yaitu pembelajaran berbasis pengalaman nyata, pengamatan lingkungan, diskusi, riset, dan pencarian solusi bersama. Sejak 2000, pendekatan itu dikembangkan di SALAM, Nitiprayan, Bantul, melalui PKBM yang mendampingi anak usia dini hingga setara SMA.

    Kandidat DPD RI Awards Sri Wahyaningsih Foto: dok. Istimewa
    Proses belajar tidak berbasis mata pelajaran, tetapi riset sesuai minat anak dengan empat pilar utama, yaitu pangan, kesehatan, lingkungan hidup, dan sosial budaya, yang kemudian ditambah dengan energi.

    Melalui SALAM, proses belajar dibebaskan dari dinding kelas yang kaku dan teks hafalan. SALAM menjadikan lingkungan sekitar, potensi lokal serta peristiwa sehari-hari di masyarakat sebagai media utama pembelajaran.

    Belajar tidak lagi diartikan sebagai persiapan untuk ujian, melainkan proses mengalami dan memahami kehidupan itu sendiri secara kontekstual. SALAM membuktikan bahwa komunitas lokal mampu mengelola pendidikan yang inklusif, humanistis, dan memberdayakan tanpa harus bergantung penuh pada standardisasi kaku.

    9. Taryaningsih
    Taryaningsih mendirikan Kawasan Inklusif sebagai wadah pendidikan nonformal bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Kawasan Inklusif dibangun pada tahun 2019, inovasi pertama di Indonesia yang menghabiskan dana Rp 3 miliar lebih.

    Lewat Kawasan Inklusif, para penyandang disabilitas diberikan bekal keterampilan vokasi untuk mencetak disabilitasmart. Para penyandang disabilitas juga diajari langsung hidup berdampingan di masyarakat (bersosialisasi dengan non disabilitas).

    Kandidat DPD RI Awards Taryaningsih Foto: dok. Istimewa
    Pembangunan Kawasan Inklusif ini bertujuan untuk memberikan kesempatan pada disabilitas dan kelompok rentan untuk mempunyai rumah sendiri. Program ini membantu menciptakan infrastruktur yang ramah disabilitas (rumah dengan desain khusus).

    Taryaningsih juga berupaya menciptakan usaha untuk disabilitas dan memudahkan pemasaran karena menjadi satu sentra usaha (kawasan produktif).

    Layanan umum di kawasan ini didesain secara khusus agar aksesibel untuk disabilitas. Jalan juga dirancang khusus untuk disabilitas ada jalur kursi roda dan guiding block untuk disabilitas netra.

    10. Yudhi Hari Wibowo
    Yudhi Hari Wibowo merupakan inisiator ASN Mengajar, yakni gerakan nasional yang berawal dari pengalaman mengajar secara sukarela sejak 2017. Program ASN Mengajar dijalankan dan dipimpin Yudhi sejak 2022.

    Gerakan ini mengajak ASN di berbagai wilayah Indonesia berperan dalam pemerataan pendidikan bagi masyarakat prasejahtera melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal.

    Kandidat DPD RI Awards Yudhi Hari Wibowo Foto: dok. Istimewa
    ASN Mengajar menjalankan kegiatan pengajaran rutin, bantuan pendidikan, kelas minat dan bakat, kewirausahaan kreatif remaja, outing class, serta beasiswa dan bantuan perlengkapan sekolah.

    Kini, gerakan ini berbadan hukum sebagai Yayasan Pendidikan Dewantara Muda dan memiliki jaringan di enam wilayah binaan, yaitu Tangerang Selatan, Banda Aceh, Samarinda, Yogyakarta, Semarang, dan Jakarta Utara.

  • Para Inovator Teknologi Kesehatan: Kembangkan Riset Klinis hingga Alkes

    Para Inovator Teknologi Kesehatan: Kembangkan Riset Klinis hingga Alkes

    Foto: Kandidat Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026 (dok. Istimewa)

    Jakarta – Berbagai inovasi di bidang kesehatan yang dilakukan oleh kandidat Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026. Mereka menciptakan alat deteksi dini untuk kanker serviks hingga melakukan riset untuk bahan baku obat.
    Sepuluh kandidat ini telah dipilih oleh panitia DPD RI Awards 2026. Proses penyaringan dimulai dari seleksi administrasi terhadap seribuan kandidat yang mendaftar.

    Panitia lalu menentukan 50 besar kandidat sebelum akhirnya menyaring kembali hingga terpilih 10 besar kandidat di masing-masing kategori. Pada kategori bidang kesehatan ini, penghargaan akan diberikan kepada individu hingga profesional yang menjadi inovator teknologi kesehatan.

    “Diberikan kepada individu, profesional atau akademisi yang menghasilkan inovasi di bidang kesehatan melalui riset klinis maupun laboratorium, termasuk penemuan obat, terapi, atau alat kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tulis DPD RI dalam laman resminya, seperti dilihat detikcom, Rabu (7/10/2026).

    Berikut nama-nama 10 kandidat Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026, yang diurutkan berdasarkan abjad:

    1. Amal Rezka Putra
    Amal Rezka Putra mengembangkan berbagai radiofarmaka, yaitu obat yang menggunakan zat radioaktif untuk membantu dokter mendeteksi dan menangani penyakit, khususnya tuberkulosis (TB) dan kanker. Amal adalah kandidat dari Jawa Barat.

    Inovasinya mencakup Kit Etambutol untuk membantu menemukan lokasi infeksi TB, termasuk TB di luar paru. Inovasi Samarium-153 EDTMP untuk membantu mengurangi nyeri pada pasien kanker yang telah menyebar ke tulang. Inovasi Iodium-131 MIBG untuk membantu diagnosis dan terapi kanker neuroblastoma pada anak.

    Selain itu, Amal Rezka juga mengembangkan mikrosfer Samarium-153 dan Holmium-166 sebagai kandidat terapi kanker hati.

    Kandidat DPD RI Awards Amal Rezka Putra (Foto: dok. Istimewa)
    Berbagai inovasi itu dikembangkan dari tahap penelitian hingga hilirisasi dengan beberapa produk telah memperoleh izin edar BPOM dan digunakan dalam pelayanan kedokteran nuklir di sejumlah rumah sakit.

    2. Aslis Wirda Hayati
    Aslis Wirda Hayati adalah kandidat dari Riau. Dia mengembangkan inovasi di bidang kesehatan dan gizi yang berfokus pada pencegahan stunting serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pola makan bergizi. Inovasinya mencakup metode deteksi dini pertumbuhan linier anak balita dan edukasi gizi bagi remaja dengan memanfaatkan makanan khas daerah.

    Dia mengembangkan metode dan alat rapid diagnostik pertumbuhan linier anak balita dengan memanfaatkan Pyridinium Crosslinks (Pyd) dalam urin sebagai biomarker pertumbuhan tulang. Metode ini dikembangkan sebagai alternatif pengukuran pertumbuhan yang lebih meyakinkan dan tidak menyakitkan bagi anak.

    Kandidat DPD RI Awards Aslis Wirda Hayati (Foto: dok. Istimewa).
    Selama ini pertumbuhan linier anak umumnya dipantau melalui pengukuran tinggi badan, tapi pengukuran tinggi badan dapat dipengaruhi oleh ketepatan alat, teknik pengukuran, dan kemampuan petugas. Sementara pemeriksaan pertumbuhan tulang melalui radiologi maupun pengambilan darah memiliki keterbatasan karena paparan radiasi atau tindakan yang dapat menimbulkan rasa sakit.

    Penggunaan urin sebagai bahan pemeriksaan menawarkan pendekatan yang tidak invasif untuk mendukung deteksi gangguan pertumbuhan sejak dini. Dampaknya, sejak tahun 2023 inovasi ini telah menjangkau sekitar 1.065 anak balita di 11 desa.

    3. Eka Lestari Mahyuni
    Eka Lestari Mahyuni membuat hand soap gel dari ekstrak acem-acem. Kandidat asal Sumatera Utara itu memanfaatkan kandungan saponin serta potensi antimikroba dan antijamur dari tanaman acem-acem tersebut.

    Eka juga membuat krim anti-aging dari ekstrak acem-acem, dengan memanfaatkan kandungan antioksidan tanaman acem-acem. Krim ini dapat membantu melembapkan kulit, menyamarkan keriput dan pori-pori, serta mengurangi tampilan flek pada kulit. Produk telah diuji coba dan dapat digunakan pada pagi maupun malam hari sehingga lebih praktis bagi pengguna.

    Kandidat DPD RI Awards Eka Lestari Mahyuni (Foto: dok. Istimew
    Untuk kebutuhan pertanian melalui biopestisida ekstrak Oxalis dehradunensis R, ekstrak acem-acem digunakan sebagai bahan alami yang memiliki fungsi sebagai penolak serangga dan insektisida, salah satunya diuji untuk mengatasi serangan lalat buah.

    Pengembangan ini memberikan alternatif penggunaan pestisida berbahan alami sekaligus mengubah tanaman yang sebelumnya dianggap gulma menjadi sumber bahan yang bermanfaat bagi petani.

    4. Ike Listiyowati
    Ike Listiyowati merupakan ahli gizi yang menggagas sejumlah produk olahan makanan dan minuman pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Dia juga penggerak pencegahan stunting di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

    Pertama, olahan kacang hijau dan ikan wader bernama Joder, formula makanan pendamping ASI yang mempunyai nilai protein tinggi dan bermanfaat bagi tumbuh kembang balita gizi kurang dan stunting. Implementasi Joder diberikan pada balita gizi kurang dan stunting di Puskesmas Duren, Semarang, selama 30 hari.

    Kandidat DPD RI Awards Ike Listiyowati Foto: dok. Istimewa
    Kedua, olahan moringa atau tepung daun kelor dan ikan wader (bubuk Tabur Moriwa). Makanan ini diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI yang tinggi protein dan antioksidan.

    Ike juga aktif dalam kegiatan Guyub Rawa Pening, gerakan bersama melawan penyebab stunting dan gizi buruk. Gerakan ini kolaborasi keluarga balita dengan dokter spesialis anak, ahli gizi, dan fisioterapis.

    5. Karisma Trinanda Putra
    Karisma Trinanda Putra mengembangkan GlucoMu, alat untuk memantau kadar gula darah dan kondisi tubuh tanpa perlu mengambil sampel darah. Alat yang dikembangkan kandidat asal Yogyakarta ini menggunakan sensor cahaya (PPG) dan kecerdasan buatan (AI) untuk membaca perubahan pada tubuh dan memperkirakan kadar glukosa secara real-time.

    Teknologi ini dirancang sebagai perangkat yang lebih nyaman, portabel, dan terjangkau dibandingkan metode pemantauan gula darah yang harus dilakukan dengan menusuk kulit.

    Kandidat DPD RI Awards Karisma Trinanda Putra Foto: Calista Photo
    Selain kadar glukosa, GlucoMu juga dapat memantau beberapa kondisi tubuh lainnya, seperti kadar oksigen dalam darah, detak jantung, variabilitas detak jantung, dan kadar hemoglobin.

    6. Masteria Yunovilsa Putra
    Masteria Yunovilsa Putra dkk mengembangkan penelitian kratom Kalimantan untuk mengubah tanaman yang selama ini banyak dijual sebagai bahan mentah menjadi bahan baku obat yang lebih bernilai. Masteria adalah kandidat yang berasal dari DKI Jakarta.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Masteria Yunovilsa Putra (Foto: dok. Istimewa)
    Sejak tahun 2022, penelitian dilakukan untuk mendapatkan dan memurnikan senyawa aktif kratom, terutama mitragynine, yang memiliki potensi sebagai pereda nyeri dan antiperadangan. Melalui penelitian dan teknologi ekstraksi, Masteria dkk berhasil menghasilkan ekstrak dengan kandungan mitragynine sekitar 50-85%.

    Kemudian teknologi ini dikembangkan sebagai kekayaan intelektual BRIN dan dilisensikan kepada PT SOHO Industri Pharmasi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi kandidat produk farmasi.

    7. Megi Riomandala
    Megi Riomandala merupakan penggagas inovasi Sikeling Pusako (Sistem informasi kesehatan lingkungan Puskesmas Semelako), digitalisasi pelayanan kesehatan lingkungan Puskesmas Semelako, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Sikeling Pusako lahir dari pengalaman dan kepedulian terhadap masalah kesehatan lingkungan masyarakat.

    Inovasi ini dimulai tahun 2019, awalnya mengembangkan PETISI (Pemetaan Sanitasi) untuk menjawab permasalahan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan masih melakukan buang air besar di sungai.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Megi Riomandala (Foto: dok. Istimewa)
    Kemudian berkembang menjadi Sikeling Pusako tahun 2022, sebuah sistem digital untuk pendataan, pemetaan, pemantauan dan pelayanan kesehatan lingkungan yang terus dikembangkan hingga kini.

    Dampaknya nyata, desa ODF (Open Defecation Free) atau desa stop buang air besar sembarangan meningkat dari 0 desa pada tahun 2019 menjadi 100% pada tahun 2024.

    8. Nur Arning Tengara Kasih
    Nur Arning mengembangkan Sobiku Indonesia (Sobat Peduli Kanker Anak Untuk Indonesia), platform digital untuk memperkuat ekosistem deteksi dini kanker anak di tingkat masyarakat. Platform ini tersedia melalui aplikasi Sobiku Indonesia dan website dengan fitur skrining gejala kanker anak, informasi rumah singgah, artikel edukasi, komunitas, donasi, serta Sobiku Store.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Nur Arning Tengara Kasih (Foto: dok. Istimewa)
    Sobiku Indonesia tidak hanya mengandalkan platform digital, tetapi menggabungkannya dengan edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui empat program utama: edukasi kanker anak bersama tenaga medis, pelatihan kader Posyandu, screening gejala kanker anak di Posyandu menggunakan aplikasi serta dukungan psikososial bagi anak dan orang tua pejuang kanker.

    Acuan screening dikembangkan berdasarkan masukan dokter subspesialis hemato-onkologi anak dan panduan Kementerian Kesehatan RI. Nur Arning merupakan kandidat dari DKI Jakarta.

    9. Rini Khamimatul Ula
    Rini Khamimatul Ula adalah kandidat asal Jawa Timur. Dia mengembangkan Vein Finder berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memanfaatkan teknologi near-infrared (NIR) dan pengolahan citra. Inovasi ini membantu tenaga kesehatan memvisualisasikan dan mengidentifikasi pembuluh darah vena secara lebih mudah.

    Keunggulan inovasi ini terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan keragaman warna kulit masyarakat Indonesia tanpa harus mengubah pengaturan alat secara manual.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Rini Khamimatul Ula Foto: dok. Istimewa
    Alat juga dirancang mudah digunakan, praktis, dan terjangkau, sehingga memiliki peluang untuk dimanfaatkan tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di puskesmas dan fasilitas kesehatan di daerah terpencil.

    Vein Finder AI merupakan upaya menghadirkan teknologi kesehatan yang berpusat pada manusia. Inovasi ini diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan, meningkatkan kenyamanan pasien, memperluas akses teknologi kesehatan, serta mengurangi ketergantungan terhadap alat kesehatan impor.

    10. Siti Nurmaini
    Siti Nurmaini mengembangkan aplikasi TeleOTIVA, inovasi kesehatan digital dengan mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI), computer vision, dan telemedicine untuk mendukung skrining serta deteksi dini kanker serviks. Siti adalah salah satu kandidat yang berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel).

    Aplikasi ini membantu tenaga kesehatan mendokumentasikan citra serviks, mengidentifikasi area dan lesi yang dicurigai, serta menyediakan informasi pendukung untuk evaluasi dan pengambilan keputusan klinis.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Siti Nurmaini (Foto: dok. Istimewa)
    Melalui fitur telemedicine, hasil pemeriksaan dapat dikonsultasikan dengan tenaga medis atau dokter spesialis tanpa terkendala jarak, sehingga berpotensi memperluas akses layanan screening di puskesmas dan wilayah dengan keterbatasan tenaga spesialis.

    TeleOTIVA juga menyediakan dokumentasi pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut pasien secara digital. Inovasi ini dikembangkan sebagai sistem pendukung keputusan klinis, bukan pengganti tenaga medis, dan tersedia melalui platform aplikasi digital.

  • Para Inovator Teknologi Kesehatan: Kembangkan Riset Klinis hingga Alkes

    Para Inovator Teknologi Kesehatan: Kembangkan Riset Klinis hingga Alkes

    Foto: Kandidat Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026 (dok. Istimewa)

    Jakarta – Berbagai inovasi di bidang kesehatan yang dilakukan oleh kandidat Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026. Mereka menciptakan alat deteksi dini untuk kanker serviks hingga melakukan riset untuk bahan baku obat.
    Sepuluh kandidat ini telah dipilih oleh panitia DPD RI Awards 2026. Proses penyaringan dimulai dari seleksi administrasi terhadap seribuan kandidat yang mendaftar.

    Panitia lalu menentukan 50 besar kandidat sebelum akhirnya menyaring kembali hingga terpilih 10 besar kandidat di masing-masing kategori. Pada kategori bidang kesehatan ini, penghargaan akan diberikan kepada individu hingga profesional yang menjadi inovator teknologi kesehatan.

    “Diberikan kepada individu, profesional atau akademisi yang menghasilkan inovasi di bidang kesehatan melalui riset klinis maupun laboratorium, termasuk penemuan obat, terapi, atau alat kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tulis DPD RI dalam laman resminya, seperti dilihat detikcom, Rabu (7/10/2026).

    Berikut nama-nama 10 kandidat Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026, yang diurutkan berdasarkan abjad:

    1. Amal Rezka Putra
    Amal Rezka Putra mengembangkan berbagai radiofarmaka, yaitu obat yang menggunakan zat radioaktif untuk membantu dokter mendeteksi dan menangani penyakit, khususnya tuberkulosis (TB) dan kanker. Amal adalah kandidat dari Jawa Barat.

    Inovasinya mencakup Kit Etambutol untuk membantu menemukan lokasi infeksi TB, termasuk TB di luar paru. Inovasi Samarium-153 EDTMP untuk membantu mengurangi nyeri pada pasien kanker yang telah menyebar ke tulang. Inovasi Iodium-131 MIBG untuk membantu diagnosis dan terapi kanker neuroblastoma pada anak.

    Selain itu, Amal Rezka juga mengembangkan mikrosfer Samarium-153 dan Holmium-166 sebagai kandidat terapi kanker hati.

    Kandidat DPD RI Awards Amal Rezka Putra (Foto: dok. Istimewa)
    Berbagai inovasi itu dikembangkan dari tahap penelitian hingga hilirisasi dengan beberapa produk telah memperoleh izin edar BPOM dan digunakan dalam pelayanan kedokteran nuklir di sejumlah rumah sakit.

    2. Aslis Wirda Hayati
    Aslis Wirda Hayati adalah kandidat dari Riau. Dia mengembangkan inovasi di bidang kesehatan dan gizi yang berfokus pada pencegahan stunting serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pola makan bergizi. Inovasinya mencakup metode deteksi dini pertumbuhan linier anak balita dan edukasi gizi bagi remaja dengan memanfaatkan makanan khas daerah.

    Dia mengembangkan metode dan alat rapid diagnostik pertumbuhan linier anak balita dengan memanfaatkan Pyridinium Crosslinks (Pyd) dalam urin sebagai biomarker pertumbuhan tulang. Metode ini dikembangkan sebagai alternatif pengukuran pertumbuhan yang lebih meyakinkan dan tidak menyakitkan bagi anak.

    Kandidat DPD RI Awards Aslis Wirda Hayati (Foto: dok. Istimewa).
    Selama ini pertumbuhan linier anak umumnya dipantau melalui pengukuran tinggi badan, tapi pengukuran tinggi badan dapat dipengaruhi oleh ketepatan alat, teknik pengukuran, dan kemampuan petugas. Sementara pemeriksaan pertumbuhan tulang melalui radiologi maupun pengambilan darah memiliki keterbatasan karena paparan radiasi atau tindakan yang dapat menimbulkan rasa sakit.

    Penggunaan urin sebagai bahan pemeriksaan menawarkan pendekatan yang tidak invasif untuk mendukung deteksi gangguan pertumbuhan sejak dini. Dampaknya, sejak tahun 2023 inovasi ini telah menjangkau sekitar 1.065 anak balita di 11 desa.

    3. Eka Lestari Mahyuni
    Eka Lestari Mahyuni membuat hand soap gel dari ekstrak acem-acem. Kandidat asal Sumatera Utara itu memanfaatkan kandungan saponin serta potensi antimikroba dan antijamur dari tanaman acem-acem tersebut.

    Eka juga membuat krim anti-aging dari ekstrak acem-acem, dengan memanfaatkan kandungan antioksidan tanaman acem-acem. Krim ini dapat membantu melembapkan kulit, menyamarkan keriput dan pori-pori, serta mengurangi tampilan flek pada kulit. Produk telah diuji coba dan dapat digunakan pada pagi maupun malam hari sehingga lebih praktis bagi pengguna.

    Kandidat DPD RI Awards Eka Lestari Mahyuni (Foto: dok. Istimew
    Untuk kebutuhan pertanian melalui biopestisida ekstrak Oxalis dehradunensis R, ekstrak acem-acem digunakan sebagai bahan alami yang memiliki fungsi sebagai penolak serangga dan insektisida, salah satunya diuji untuk mengatasi serangan lalat buah.

    Pengembangan ini memberikan alternatif penggunaan pestisida berbahan alami sekaligus mengubah tanaman yang sebelumnya dianggap gulma menjadi sumber bahan yang bermanfaat bagi petani.

    4. Ike Listiyowati
    Ike Listiyowati merupakan ahli gizi yang menggagas sejumlah produk olahan makanan dan minuman pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Dia juga penggerak pencegahan stunting di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

    Pertama, olahan kacang hijau dan ikan wader bernama Joder, formula makanan pendamping ASI yang mempunyai nilai protein tinggi dan bermanfaat bagi tumbuh kembang balita gizi kurang dan stunting. Implementasi Joder diberikan pada balita gizi kurang dan stunting di Puskesmas Duren, Semarang, selama 30 hari.

    Kandidat DPD RI Awards Ike Listiyowati Foto: dok. Istimewa
    Kedua, olahan moringa atau tepung daun kelor dan ikan wader (bubuk Tabur Moriwa). Makanan ini diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI yang tinggi protein dan antioksidan.

    Ike juga aktif dalam kegiatan Guyub Rawa Pening, gerakan bersama melawan penyebab stunting dan gizi buruk. Gerakan ini kolaborasi keluarga balita dengan dokter spesialis anak, ahli gizi, dan fisioterapis.

    5. Karisma Trinanda Putra
    Karisma Trinanda Putra mengembangkan GlucoMu, alat untuk memantau kadar gula darah dan kondisi tubuh tanpa perlu mengambil sampel darah. Alat yang dikembangkan kandidat asal Yogyakarta ini menggunakan sensor cahaya (PPG) dan kecerdasan buatan (AI) untuk membaca perubahan pada tubuh dan memperkirakan kadar glukosa secara real-time.

    Teknologi ini dirancang sebagai perangkat yang lebih nyaman, portabel, dan terjangkau dibandingkan metode pemantauan gula darah yang harus dilakukan dengan menusuk kulit.

    Kandidat DPD RI Awards Karisma Trinanda Putra Foto: Calista Photo
    Selain kadar glukosa, GlucoMu juga dapat memantau beberapa kondisi tubuh lainnya, seperti kadar oksigen dalam darah, detak jantung, variabilitas detak jantung, dan kadar hemoglobin.

    6. Masteria Yunovilsa Putra
    Masteria Yunovilsa Putra dkk mengembangkan penelitian kratom Kalimantan untuk mengubah tanaman yang selama ini banyak dijual sebagai bahan mentah menjadi bahan baku obat yang lebih bernilai. Masteria adalah kandidat yang berasal dari DKI Jakarta.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Masteria Yunovilsa Putra (Foto: dok. Istimewa)
    Sejak tahun 2022, penelitian dilakukan untuk mendapatkan dan memurnikan senyawa aktif kratom, terutama mitragynine, yang memiliki potensi sebagai pereda nyeri dan antiperadangan. Melalui penelitian dan teknologi ekstraksi, Masteria dkk berhasil menghasilkan ekstrak dengan kandungan mitragynine sekitar 50-85%.

    Kemudian teknologi ini dikembangkan sebagai kekayaan intelektual BRIN dan dilisensikan kepada PT SOHO Industri Pharmasi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi kandidat produk farmasi.

    7. Megi Riomandala
    Megi Riomandala merupakan penggagas inovasi Sikeling Pusako (Sistem informasi kesehatan lingkungan Puskesmas Semelako), digitalisasi pelayanan kesehatan lingkungan Puskesmas Semelako, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Sikeling Pusako lahir dari pengalaman dan kepedulian terhadap masalah kesehatan lingkungan masyarakat.

    Inovasi ini dimulai tahun 2019, awalnya mengembangkan PETISI (Pemetaan Sanitasi) untuk menjawab permasalahan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan masih melakukan buang air besar di sungai.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Megi Riomandala (Foto: dok. Istimewa)
    Kemudian berkembang menjadi Sikeling Pusako tahun 2022, sebuah sistem digital untuk pendataan, pemetaan, pemantauan dan pelayanan kesehatan lingkungan yang terus dikembangkan hingga kini.

    Dampaknya nyata, desa ODF (Open Defecation Free) atau desa stop buang air besar sembarangan meningkat dari 0 desa pada tahun 2019 menjadi 100% pada tahun 2024.

    8. Nur Arning Tengara Kasih
    Nur Arning mengembangkan Sobiku Indonesia (Sobat Peduli Kanker Anak Untuk Indonesia), platform digital untuk memperkuat ekosistem deteksi dini kanker anak di tingkat masyarakat. Platform ini tersedia melalui aplikasi Sobiku Indonesia dan website dengan fitur skrining gejala kanker anak, informasi rumah singgah, artikel edukasi, komunitas, donasi, serta Sobiku Store.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Nur Arning Tengara Kasih (Foto: dok. Istimewa)
    Sobiku Indonesia tidak hanya mengandalkan platform digital, tetapi menggabungkannya dengan edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui empat program utama: edukasi kanker anak bersama tenaga medis, pelatihan kader Posyandu, screening gejala kanker anak di Posyandu menggunakan aplikasi serta dukungan psikososial bagi anak dan orang tua pejuang kanker.

    Acuan screening dikembangkan berdasarkan masukan dokter subspesialis hemato-onkologi anak dan panduan Kementerian Kesehatan RI. Nur Arning merupakan kandidat dari DKI Jakarta.

    9. Rini Khamimatul Ula
    Rini Khamimatul Ula adalah kandidat asal Jawa Timur. Dia mengembangkan Vein Finder berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memanfaatkan teknologi near-infrared (NIR) dan pengolahan citra. Inovasi ini membantu tenaga kesehatan memvisualisasikan dan mengidentifikasi pembuluh darah vena secara lebih mudah.

    Keunggulan inovasi ini terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan keragaman warna kulit masyarakat Indonesia tanpa harus mengubah pengaturan alat secara manual.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Rini Khamimatul Ula Foto: dok. Istimewa
    Alat juga dirancang mudah digunakan, praktis, dan terjangkau, sehingga memiliki peluang untuk dimanfaatkan tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di puskesmas dan fasilitas kesehatan di daerah terpencil.

    Vein Finder AI merupakan upaya menghadirkan teknologi kesehatan yang berpusat pada manusia. Inovasi ini diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan, meningkatkan kenyamanan pasien, memperluas akses teknologi kesehatan, serta mengurangi ketergantungan terhadap alat kesehatan impor.

    10. Siti Nurmaini
    Siti Nurmaini mengembangkan aplikasi TeleOTIVA, inovasi kesehatan digital dengan mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI), computer vision, dan telemedicine untuk mendukung skrining serta deteksi dini kanker serviks. Siti adalah salah satu kandidat yang berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel).

    Aplikasi ini membantu tenaga kesehatan mendokumentasikan citra serviks, mengidentifikasi area dan lesi yang dicurigai, serta menyediakan informasi pendukung untuk evaluasi dan pengambilan keputusan klinis.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Siti Nurmaini (Foto: dok. Istimewa)
    Melalui fitur telemedicine, hasil pemeriksaan dapat dikonsultasikan dengan tenaga medis atau dokter spesialis tanpa terkendala jarak, sehingga berpotensi memperluas akses layanan screening di puskesmas dan wilayah dengan keterbatasan tenaga spesialis.

    TeleOTIVA juga menyediakan dokumentasi pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut pasien secara digital. Inovasi ini dikembangkan sebagai sistem pendukung keputusan klinis, bukan pengganti tenaga medis, dan tersedia melalui platform aplikasi digital.

  • Pimpin Apel Kebesaran, Kapolda Metro Apresiasi Dedikasi dan Loyalitas Anggota

    Pimpin Apel Kebesaran, Kapolda Metro Apresiasi Dedikasi dan Loyalitas Anggota

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri mengajak seluruh personel untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat Apel Kebesaran di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, sejalan dengan visi Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat‘.
    Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setiap anggota diharapkan tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga mampu mendengarkan keluhan warga, memahami persoalan yang dihadapi, serta memberikan bantuan dan solusi dengan sikap yang humanis.

    “Jadilah polisi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang selalu saya sampaikan kepada kalian semuanya. Kehadiran kita harus memberikan rasa aman, membantu, dan menjadi solusi. Jangan sakiti hati masyarakat,” kata Komjen Asep, Kamis (8/10/2026).

    Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda mengingatkan keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun oleh polisi sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap personel diharapkan terus membangun komunikasi yang baik, hadir di tengah warga, serta menjadikan pelayanan dan kepedulian sebagai bagian dari pengabdian sehari-hari.

    Kapolda juga berpesan agar seluruh personel menjaga soliditas, kedisiplinan, dan kehormatan institusi. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui sikap, tutur kata, dan tindakan nyata. Setiap anggota diharapkan mampu menjadi teladan serta menghadirkan wajah Polri yang ramah, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran atas dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan selama satu tahun dua bulan dirinya bertugas di Polda Metro Jaya. Ia berharap nilai-nilai pengabdian, kepedulian, dan kebersamaan yang telah dibangun terus dijaga serta menjadi semangat dalam mendukung kepemimpinan selanjutnya.

    Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa pengabdian kepada masyarakat harus terusberjalan, siapa pun yang memimpin. Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan sederhana yang bermakna, yakni hadir saat dibutuhkan, membantu dengan tulus, dan menjaga kepercayaan masyarakat.

    Pakar seo, master seo, pakar seo polri , master seo polri

  • Pimpin Apel Kebesaran, Kapolda Metro Apresiasi Dedikasi dan Loyalitas Anggota

    Pimpin Apel Kebesaran, Kapolda Metro Apresiasi Dedikasi dan Loyalitas Anggota

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri mengajak seluruh personel untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat Apel Kebesaran di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, sejalan dengan visi Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat‘.
    Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setiap anggota diharapkan tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga mampu mendengarkan keluhan warga, memahami persoalan yang dihadapi, serta memberikan bantuan dan solusi dengan sikap yang humanis.

    “Jadilah polisi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang selalu saya sampaikan kepada kalian semuanya. Kehadiran kita harus memberikan rasa aman, membantu, dan menjadi solusi. Jangan sakiti hati masyarakat,” kata Komjen Asep, Kamis (8/10/2026).

    Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda mengingatkan keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun oleh polisi sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap personel diharapkan terus membangun komunikasi yang baik, hadir di tengah warga, serta menjadikan pelayanan dan kepedulian sebagai bagian dari pengabdian sehari-hari.

    Kapolda juga berpesan agar seluruh personel menjaga soliditas, kedisiplinan, dan kehormatan institusi. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui sikap, tutur kata, dan tindakan nyata. Setiap anggota diharapkan mampu menjadi teladan serta menghadirkan wajah Polri yang ramah, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran atas dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan selama satu tahun dua bulan dirinya bertugas di Polda Metro Jaya. Ia berharap nilai-nilai pengabdian, kepedulian, dan kebersamaan yang telah dibangun terus dijaga serta menjadi semangat dalam mendukung kepemimpinan selanjutnya.

    Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa pengabdian kepada masyarakat harus terusberjalan, siapa pun yang memimpin. Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan sederhana yang bermakna, yakni hadir saat dibutuhkan, membantu dengan tulus, dan menjaga kepercayaan masyarakat.

    Pakar seo, master seo, pakar seo polri , master seo polri

  • Pimpin Apel Kebesaran, Kapolda Metro Apresiasi Dedikasi dan Loyalitas Anggota

    Pimpin Apel Kebesaran, Kapolda Metro Apresiasi Dedikasi dan Loyalitas Anggota

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri mengajak seluruh personel untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat Apel Kebesaran di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, sejalan dengan visi Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat‘.
    Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setiap anggota diharapkan tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga mampu mendengarkan keluhan warga, memahami persoalan yang dihadapi, serta memberikan bantuan dan solusi dengan sikap yang humanis.

    “Jadilah polisi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang selalu saya sampaikan kepada kalian semuanya. Kehadiran kita harus memberikan rasa aman, membantu, dan menjadi solusi. Jangan sakiti hati masyarakat,” kata Komjen Asep, Kamis (8/10/2026).

    Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda mengingatkan keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun oleh polisi sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap personel diharapkan terus membangun komunikasi yang baik, hadir di tengah warga, serta menjadikan pelayanan dan kepedulian sebagai bagian dari pengabdian sehari-hari.

    Kapolda juga berpesan agar seluruh personel menjaga soliditas, kedisiplinan, dan kehormatan institusi. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui sikap, tutur kata, dan tindakan nyata. Setiap anggota diharapkan mampu menjadi teladan serta menghadirkan wajah Polri yang ramah, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran atas dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan selama satu tahun dua bulan dirinya bertugas di Polda Metro Jaya. Ia berharap nilai-nilai pengabdian, kepedulian, dan kebersamaan yang telah dibangun terus dijaga serta menjadi semangat dalam mendukung kepemimpinan selanjutnya.

    Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa pengabdian kepada masyarakat harus terusberjalan, siapa pun yang memimpin. Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan sederhana yang bermakna, yakni hadir saat dibutuhkan, membantu dengan tulus, dan menjaga kepercayaan masyarakat.

    Pakar seo, master seo, pakar seo polri , master seo polri

  • Pimpin Apel Kebesaran, Kapolda Metro Apresiasi Dedikasi dan Loyalitas Anggota

    Pimpin Apel Kebesaran, Kapolda Metro Apresiasi Dedikasi dan Loyalitas Anggota

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri mengajak seluruh personel untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat Apel Kebesaran di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, sejalan dengan visi Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat‘.
    Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setiap anggota diharapkan tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga mampu mendengarkan keluhan warga, memahami persoalan yang dihadapi, serta memberikan bantuan dan solusi dengan sikap yang humanis.

    “Jadilah polisi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang selalu saya sampaikan kepada kalian semuanya. Kehadiran kita harus memberikan rasa aman, membantu, dan menjadi solusi. Jangan sakiti hati masyarakat,” kata Komjen Asep, Kamis (8/10/2026).

    Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda mengingatkan keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun oleh polisi sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap personel diharapkan terus membangun komunikasi yang baik, hadir di tengah warga, serta menjadikan pelayanan dan kepedulian sebagai bagian dari pengabdian sehari-hari.

    Kapolda juga berpesan agar seluruh personel menjaga soliditas, kedisiplinan, dan kehormatan institusi. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui sikap, tutur kata, dan tindakan nyata. Setiap anggota diharapkan mampu menjadi teladan serta menghadirkan wajah Polri yang ramah, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran atas dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan selama satu tahun dua bulan dirinya bertugas di Polda Metro Jaya. Ia berharap nilai-nilai pengabdian, kepedulian, dan kebersamaan yang telah dibangun terus dijaga serta menjadi semangat dalam mendukung kepemimpinan selanjutnya.

    Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa pengabdian kepada masyarakat harus terusberjalan, siapa pun yang memimpin. Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan sederhana yang bermakna, yakni hadir saat dibutuhkan, membantu dengan tulus, dan menjaga kepercayaan masyarakat.

    Pakar seo, master seo, pakar seo polri , master seo polri

  • Kapolda dan Wakapolda Metro Jaya Ucapkan Terima Kasih dan Apresiasi kepada Anggota dan Jajaran

    Kapolda dan Wakapolda Metro Jaya Ucapkan Terima Kasih dan Apresiasi kepada Anggota dan Jajaran

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri mengajak seluruh personel untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat Apel Kebesaran di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, sejalan dengan visi Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat‘.
    Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setiap anggota diharapkan tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga mampu mendengarkan keluhan warga, memahami persoalan yang dihadapi, serta memberikan bantuan dan solusi dengan sikap yang humanis.

    “Jadilah polisi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang selalu saya sampaikan kepada kalian semuanya. Kehadiran kita harus memberikan rasa aman, membantu, dan menjadi solusi. Jangan sakiti hati masyarakat,” kata Komjen Asep, Kamis (8/10/2026).

    Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda mengingatkan keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun oleh polisi sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap personel diharapkan terus membangun komunikasi yang baik, hadir di tengah warga, serta menjadikan pelayanan dan kepedulian sebagai bagian dari pengabdian sehari-hari.

    Kapolda juga berpesan agar seluruh personel menjaga soliditas, kedisiplinan, dan kehormatan institusi. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui sikap, tutur kata, dan tindakan nyata. Setiap anggota diharapkan mampu menjadi teladan serta menghadirkan wajah Polri yang ramah, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran atas dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan selama satu tahun dua bulan dirinya bertugas di Polda Metro Jaya. Ia berharap nilai-nilai pengabdian, kepedulian, dan kebersamaan yang telah dibangun terus dijaga serta menjadi semangat dalam mendukung kepemimpinan selanjutnya.

    Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa pengabdian kepada masyarakat harus terusberjalan, siapa pun yang memimpin. Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan sederhana yang bermakna, yakni hadir saat dibutuhkan, membantu dengan tulus, dan menjaga kepercayaan masyarakat.

    Pakar seo, master seo, pakar seo polri , master seo polri

  • Kapolda Metro Ajak Seluruh Personel Wujudkan Semangat Polisi Bersama Masyarakat

    Kapolda Metro Ajak Seluruh Personel Wujudkan Semangat Polisi Bersama Masyarakat

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri mengajak seluruh personel untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat Apel Kebesaran di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, sejalan dengan visi Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat‘.
    Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setiap anggota diharapkan tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga mampu mendengarkan keluhan warga, memahami persoalan yang dihadapi, serta memberikan bantuan dan solusi dengan sikap yang humanis.

    “Jadilah polisi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang selalu saya sampaikan kepada kalian semuanya. Kehadiran kita harus memberikan rasa aman, membantu, dan menjadi solusi. Jangan sakiti hati masyarakat,” kata Komjen Asep, Kamis (8/10/2026).

    Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda mengingatkan keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun oleh polisi sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap personel diharapkan terus membangun komunikasi yang baik, hadir di tengah warga, serta menjadikan pelayanan dan kepedulian sebagai bagian dari pengabdian sehari-hari.

    Kapolda juga berpesan agar seluruh personel menjaga soliditas, kedisiplinan, dan kehormatan institusi. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui sikap, tutur kata, dan tindakan nyata. Setiap anggota diharapkan mampu menjadi teladan serta menghadirkan wajah Polri yang ramah, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran atas dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan selama satu tahun dua bulan dirinya bertugas di Polda Metro Jaya. Ia berharap nilai-nilai pengabdian, kepedulian, dan kebersamaan yang telah dibangun terus dijaga serta menjadi semangat dalam mendukung kepemimpinan selanjutnya.

    Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa pengabdian kepada masyarakat harus terusberjalan, siapa pun yang memimpin. Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan sederhana yang bermakna, yakni hadir saat dibutuhkan, membantu dengan tulus, dan menjaga kepercayaan masyarakat.

    Pakar seo, master seo, pakar seo polri , master seo polri

  • Kapolda dan Wakapolda Metro Jaya Ucapkan Terima Kasih dan Apresiasi kepada Anggota dan Jajaran

    Kapolda dan Wakapolda Metro Jaya Ucapkan Terima Kasih dan Apresiasi kepada Anggota dan Jajaran

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri mengajak seluruh personel untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat Apel Kebesaran di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, sejalan dengan visi Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat‘.
    Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setiap anggota diharapkan tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga mampu mendengarkan keluhan warga, memahami persoalan yang dihadapi, serta memberikan bantuan dan solusi dengan sikap yang humanis.

    “Jadilah polisi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang selalu saya sampaikan kepada kalian semuanya. Kehadiran kita harus memberikan rasa aman, membantu, dan menjadi solusi. Jangan sakiti hati masyarakat,” kata Komjen Asep, Kamis (8/10/2026).

    Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda mengingatkan keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun oleh polisi sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap personel diharapkan terus membangun komunikasi yang baik, hadir di tengah warga, serta menjadikan pelayanan dan kepedulian sebagai bagian dari pengabdian sehari-hari.

    Kapolda juga berpesan agar seluruh personel menjaga soliditas, kedisiplinan, dan kehormatan institusi. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui sikap, tutur kata, dan tindakan nyata. Setiap anggota diharapkan mampu menjadi teladan serta menghadirkan wajah Polri yang ramah, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran atas dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan selama satu tahun dua bulan dirinya bertugas di Polda Metro Jaya. Ia berharap nilai-nilai pengabdian, kepedulian, dan kebersamaan yang telah dibangun terus dijaga serta menjadi semangat dalam mendukung kepemimpinan selanjutnya.

    Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa pengabdian kepada masyarakat harus terusberjalan, siapa pun yang memimpin. Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan sederhana yang bermakna, yakni hadir saat dibutuhkan, membantu dengan tulus, dan menjaga kepercayaan masyarakat.

    Pakar seo, master seo, pakar seo polri , master seo polri